|
Label
|
Proses berfikir
|
contoh
|
|
1.
Memperoleh dan memasukan
pengetahuan baru
a.
Pengetahuan Deklaratif
b.
Pengetahuan
Prosedural
|
a.
Membangun
makna
b.
Mengorganisir
pengetahuan baru
c.
Menyimpan
Pengetahuan
d.
Membangun
Prosedur
e.
Mengubah
Prosedur menjadi Personalisasi
f.
Internalisasi
Prosedur
|
a.
Bagaimana hal ini berhubungan dengan sesuatu yang Anda sudah ketahui?
b.
Bisakah anda melihat struktur utama? Apa yang dimaksud
struktur utama?
c.
Bagaimana anda menghubungkan
pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada?
d.
Bisakah
anda menjelaskan prosedur untuk melakukan ini karena Anda memahaminya?
e.
Bagaimana anda
bias mengubah prosedur sesuai dengan kebutuhan anda dengan cara berpikir?
f.
Bisakah anda
menerapkan prosedur ini ke dalam masalah?
|
|
2.
Memperluas dan menyempurnakan pengetahuan/
pemberian pengetahuan
a.
Perbandingan
b.
Pengelompokan
c.
Induksi
d.
Deduksi /Menyimpulkan
e.
Menganalisis
kesalahan
f.
Membangun
dukungan
g.
Abstrak
h.
Menganalisis
Pandangan
|
a.
Mengutarakan
Persamaan dan perbedaan
b.
Mengelompokan
hal- hal ke ke dalam kategori
c.
Menyimpulkan
prinsip dari bukti
d.
Menerapkan
prinsip- prinsip untuk menarik kesimpulan
e.
Mengkritik
pemikiran sendiri
f.
Mendukung
pernyataan
g.
Mengutarakan
tema utama
h.
Mengutarakan
Pandangan diri tentang isu- isu
|
a.
Apa
Persamaannya? Apa perbedaannya?
Mengapa?
b.
Ke
dalam kelompok
mana yang akan anda kategorikan? Bagaimana mendefenisikan kelompok tersebut?
c.
Berdasarkan
fakta tersebut, apa yang akan anda simpulkan?
d.
Berdasarkan
prinsip tersebut, apa yang akan terjadi selanjutnya?
e.
Apa
kesalahan yang telah dibuat dalam penalaran ini?
f.
Apa
bukti yang akan mendukung pernyataan tersebut?
g.
Pola apa yang mendasari informasi ini?
h.
Apa
itu Penalaran menurut pandangan anda?
|
|
3.
Menggunakan pengetahuan bermakna
a.
Mengambil
keputusan
b.
Menyelidiki
c.
Bereksperimen
d.
Pemecahan masalah
e.
Penemuan
|
a.
Menggunakan
kriteria untuk memilih dari pilihan
b.
Mengumpulkan
informasi
c.
Mencari
penjelasan
d.
Mengatasi
hambatan
e.
Menemukan
cara yang lebih baik
|
a.
Tindakan
apa yang terbaik dalam hal ini dan mengapa?
b.
Informasi
apa yang anda butuhkan untuk menyelesaikan masalah ini?
c.
Bisakah
anda menjelaska mengapa solusi ini yang terbaik?
d.
Bisakah
anda menyiasati kendala tersebut dan menyelesaikan masalah?
e.
Bagaimana
mungkin solusi ini bisa ditingkatkan ?
|
|
4.
Kebiasaan berpikir
a.
Mengatur
pikiran sendiri
b.
Berpikir
kritis
c.
Berpikir
kreatif
|
a.
Menyadari
pemikiran sendiri
b.
Menghimpun
dukungan dan mempertahankan kejelasan
c.
Menemukan
cara- cara baru
|
a.
Bisakah
anda menjelaskan bagaimana anda bisa menyelesaikan masalah tersebut?
b.
Bagaimana
anda bisa mendukung posisi itu?
c.
Berapa
banyak perbedaan solusi, bisakah anda mengidentifikasinya?
|
Rabu, 19 November 2014
Dimensi Pembelajaran Marzano (Stiggins, 1994 hal 244)
Sabtu, 25 Oktober 2014
Standar Penilaian Pendidikan IPA
Penilaian pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu pada suatu standar yang ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National Research Council dalam National Committee on Science Education Standards and Assessment (1996), telah menetapkan National Science Education Standards (NSES), suatu standar bagi pendidik dalam menilai pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar nasional pendidikan IPA versi NRC ini berisi standar konten IPA, standar pedagogi dalam mengajar IPA, standar profesi, standar program, standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan IPA yang baik, harus memenuhi semua standar tersebut.
Penilaian standar memberikan kriteria untuk menilai kemajuan menuju visi pendidikan IPA pada literasi sains untuk semua. Standar yang menggambarkan kualitas praktek penilaian yang digunakan oleh guru dan lembaga pemerintah untuk mengukur prestasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar IPA. Panduan untuk mengembangkan penilaian, praktek, dan kebijakan. Standar ini dapat diterapkan untuk penilaian siswa, guru, program formatif dan sumatif, dan penilaian eksternal. Sebagai mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains.
A. Standar Penilaian IPA
Latar belakang disusunnya Standar pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap IPA bukan hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk bertahan hidup (NRC, 1996). Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan kualitas praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima bidang sebagai berikut.
1. Konsistensi penilaian dengan suatu keputusan merupakan desain untuk informasi
2. Penilaian prestasi dan kesempatan untuk belajar sains
3. Mencocokkan antara kualitas teknis dari kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu dilakukan berbasis data tersebut
4. Kejujuran dalam praktik penilaian
5. Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian tentang prestasi siswa dan kesempatan untuk belajar.
Dalam visi yang dijelaskan oleh National Science Education Standards, penilaian adalah mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains. Standar penilaian menyediakan siswa dengan umpan balik tentang seberapa baik mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik tentang seberapa baik siswa mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang efektivitas guru dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik tentang seberapa baik kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya merangsang perubahan kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.
B. Aspek Penilaian IPA (Kuswanto, H., 2008)
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga ranah dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2. Penilaian Keterampilan dan Proses
3. Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA
Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalam kehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannya tersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi di masyarakat, dan menanggapi isu-isu lokal dan global.
2. Penilaian Keterampilan Proses
Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses. Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilan proses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di samping itu, peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan percobaan sederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan hasil belajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta didik.
a. Observasi
Penilaian keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukan observasi dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.
b. Komunikasi
Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan.
c. Klasifikasi
Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagai objek untuk mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan, perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
d. Pengukuran
Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untuk melakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi penggaris, meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan sebagainya.
e. Inferensi
Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita. Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasi menghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
f. Prediksi
Keterampilan melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti dan inferensi untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yang tepat terhadap lingkungan.
g. Percobaan Sederhana
Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan menyusun pertanyaan, mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan interpretasi data.
3. Penilaian sikap
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitu saja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukan melalui pembelajaran IPA.
C. Penilaian terhadap Hasil Pembelajaran IPA
D. Penilai Menurut Stiggins (1994), lima kategori target hasil belajar yang dijadikan dasar dalam menentukan jenis penilaian yang akan digunakan. Kelima hasil belajar yaitu : pengetahuan, penalaran, keterampilan, produk, dan afektif (sikap) dapat dinilai menggunakan pilihan jawaban, esai, penilaian kinerja, dan komunikasi pribadi. Kesesuaian target hasil belajar dan metode penilaian dapat dijelaskan seperti Tabel berikut.
Tabel Kesesuaian Target Hasil Belajar dan Metode Penilaian (Stiggins, 1994)
Achievement Target
|
Selected Response
|
Essay
|
Performance Assessment
|
Personal Communication
|
Mastery of knowledge(pengetahuan)
|
Semua format dapat digunakan untuk menilai pengetahuan
|
Menilai stuktur kompeks pengetahuan
|
dapat digunakan untuk menilai penguasaan pengetahuan melalui penggunaan bahan secara efektif
|
baik untuk domain pengetahuan sempit untuk menjaga ingatan dalam jangka pendek bila diperlukan
|
Reasoning(penalaran)
|
Dapat menilai beberapa penalaran tetapi tidak semua
|
Deskripsi tertulis dari solusi permasalahan dapat mengetahui penalaran
|
dapat melihat siswa dalam proses pemecahan masalah dan menarik kesimpulan tentang kemampuan
|
meminta siswa "berpikir keras" untuk memeriksa kemampuan pemecahan masalah
|
Skills(keterampilan)
|
Dapat menguji prasyarat pengetahuan prosedural, tetapi bukan kemampuan melakukannya
|
mendeskripsikan secara kompeks bagaimana pengetahuan prosedural tetapi bukan kemampuan melakukannya
|
dapat mengamati dan mengevaluasi keterampilan seperti yang ditunjukkan
|
Memberikan keterampilan dalam kemampuan komunikasi lisan; dapat menjelaskan dan berdiskusi kompleks "bagaimana" pengetahuan prosedural
|
Tabel 2.2 Sambungan
| ||||
Achievement Target
|
Selected Response
|
Essay
|
Performance Assessment
|
Personal Communication
|
Products(produk)
|
Dapat menguji pengetahuan prasyarat komponen kualitas produk
|
Kemampuan mendeskripsikan komponen kualitas produk
|
dapat menilai kemampuan dalam melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat produk yang berkualitas dan produk itu sendiri
|
Dapat menyelidiki pengetahuan prosedural dan komponen pengetahuan kualitas produk
|
Affective (sikap)
|
Dapat mengembangkan item kuesioner yang sangat terstruktur
|
Dapat menggunakan item kuesioner terbuka
|
dapat menyimpulkan dari pengamatan perilaku atau pemeriksaan produk
|
Dapat berbicara dengan siswa tentang apa yang dirasakan
|
Contoh tes dalam empat teknik yang ada pada target hasil belajar adalah :
1. Respon terbatas (Seleted respon) misalnya : Short- Answer Item, True- False atau Alternative- Response Item, Matching Exercises, Multiple-Choise form,
2. Esai (Essay) misalnya : Essay Question
3. Asesmen Kinerja (Assesment Performance) misalnya: Rating Scale, Cheklist, Rubrics
4. Komunikasi Personal (Personal Communication) misalnya : siswa melakukan persentasi (kontak sosial siswa lain).
Penilaian pendidikan IPA hendaknya mengarah pada :
1. Sasaran yang terarah terutama terhadap : pengetahuan, pemahaman atas materi IPA dan penerapannya
2. Kebiasaan berpikir yang produktif (berpikir kritis, berpikir kreatif, mengatur diri sendiri)
3. Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills, HOTS)
4. Karakter dan sikap (sikap ilmiah).
D. Standar Mengajar IPA/Sains Menurut NSES
Standar pengajaran sains memberikan gambaran kepada guru IPA pada semua tingkatan kelas harus mengetahui dan melakukan :
a. Guru sains merencanakan sebuah program sains berbasis inkuiri bagi para siswa.
b. Guru sains membimbing dan memfasilitasi pembelajaran.
c. Guru sains terikat pada penilaian terus-menerus dalam pengajarannya dan dalam pembelajaran siswa.
d. Guru sains merancang dan mengelola lingkungan pembelajaran yang memberikan waktu, ruang dan sumber-sumber belajar yang dibutuhkan para siswa untuk belajar..
e. Guru sains mengembangkan komunitas pembelajar sains yang merefleksikan kekokohan intelektual dari inkuiri ilmiah dan sikap serta nilai-nilai sosial yang kondusif bagi pembelajaran sains.
f. Guru sains berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan perencanaan dan pengembangan sains sekolah
Jumat, 15 Agustus 2014
Guru SMP Berprestasi Kabupaten Sambas 2014
Selaku guru IPA SMP penulis
mempunyai visi “Menjadi guru cerdas yang
menginspirasi siswa”. Penulis selalu berusaha agar bisa masuk ke dunia peserta
didik dan mengajar dari cara pandang peserta didik. Memberi
pengalaman/pengetahuan baru yang belum pernah temukan dengan memperhatikan
tahap perkembangan usia peserta didik. Untuk mewujudkan visi, penulis mempunyai misi :
1.
Mengajar dengan menggunakan metode dan
model bervariasi agar peserta didik tidak bosan
2.
Menumbuhkan motivasi dan semangat
berkompetisi diantara Peserta didik
3.
Menanamkan sikap jujur dalam setiap
prilaku
4.
Memberikan trik-trik/smart solution
dalam menyelesaikan soal-soal.
Misi
dalam kehidupan pribadi penulis yaitu :
1. Selalu
menjadi yang terbaik dimanapun posisi sekarang, misalnya : menjadi guru, guru
terbaik; menjadi ayah, ayah terbaik; menjadi suami, suami terbaik, dll.
2. Berorientasi
pada proses, karena proses yang baik/benar akan memberikan hasil yang
baik/benar pula.
3. Memperoleh
uang halal yang menjadi hak dan sesuai dengan kinerja untuk menafkahi keluarga.
4. Selalu
mempertimbangkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari teman, kolega,
orang tua, dan orang-orang disekitar demi perbaikan kedepannya.
Sedangkan tujuan
penulis mengikuti seleksi guru berprestasi yaitu :
1.
Mengukur sejauh mana kompetensi penulis dibandingkan
dengan guru-guru lain
2.
Mengetahui kekurangan penulis sebagai
guru IPA SMP
3.
Membuktikan bahwa guru di daerah juga
memiliki kemampuan yang sama
Memperoleh informasi dan
pengetahuan baru yang didapat selama mengikuti seleksi guru berprestasi sebagai
bahan masukan dalam membina prestasi peserta didik di sekolah.Sejumlah prestasi yang telah diraih oleh penulis disajikan pada tabel berikut.
|
No
|
Nama
Kegiatan
|
Tahun
|
Tingkat
|
Penyelenggara
|
Prestasi
yang dicapai
|
|
1
|
Lomba Karya Ilmiah Tingkat Guru Se-
Kalbar
|
2011
|
Provinsi
|
Kantor Litbang Prov Kalbar
|
Juara I
|
|
2
|
Lomba Karya Ilmiah Tingkat Guru Se- Kalbar
|
2012
|
Provinsi
|
Kantor Litbang Prov Kalbar
|
Juara Harapan I
|
|
3
|
OSN Guru IPA SMP Tk. Kab
|
2013
|
Kabupaten
|
Dinas Pendidikan Kab. Sambas
|
Juara I
|
|
4
|
OSN Guru IPA SMP Tk. Prov
|
2013
|
Provinsi
|
Dinas Pendidikan Prov. Kalbar
|
Peserta Perwakilan Kab. Sambas
|
|
5
|
Forum Kreativitas dan Inovasi PTK IPA
|
2013
|
Nasional
|
PPPPTK IPA Bandung
|
Nominator / Finalis
|
|
6
|
Bimtek Peningkatan Karir PTK IPA
|
2013
|
Kabupaten
|
MGMP IPA SMP/MTs Rayon Sambas
|
Narasumber
|
|
7
|
Guru SMP Berprestasi
|
2014
|
Kabupaten
|
Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas
|
Juara I
|
|
8
|
Guru SMP Berprestasi
|
2014
|
Provinsi
|
Dinas Pendidikan Prov. Kalbar
|
Juara II
|
Selama membimbing siswa, sejumlah
prestasi yang diraih siswa disajikan pada tabel berikut
|
No
|
Nama Lomba
|
Tingkat
|
Tempat dan Waktu
|
|
1)
|
Lomba
Karya Ilmiah Tingkat
Pelajar SMA
|
Provinsi
|
Pontianak,
18-19 Juli 2012
|
|
2)
|
Lomba
Karya Ilmiah Tingkat
Pelajar SMA
|
Kabupaten
|
Sambas,
26 Agustus 2013
|
|
3)
|
Lomba
Karya Ilmiah Tingkat
Pelajar SMA
|
Provinsi
|
Pontianak,
16 -17 Desember 2013
|
Rabu, 12 Februari 2014
Soal OSN Fisika SMP
Bagi yang memerlukan soal OSN Fisika SMP bisa di download di link berikut :
Tingkat Kabupaten :
1. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2008
2. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2009
3. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2010
4. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2011
Tingkat Provinsi :
1. Soal OSN Fisika SMP tingkat Provinsi 2009
2.Soal OSN Fisika SMP tingkat Provinsi 2011
Tingkat Kabupaten :
1. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2008
2. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2009
3. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2010
4. Soal OSN Fisika SMP tingkat Kabupaten Tahun 2011
Tingkat Provinsi :
1. Soal OSN Fisika SMP tingkat Provinsi 2009
2.Soal OSN Fisika SMP tingkat Provinsi 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
